Sub unit: Menaati Pemerintah, Menolong Kebaikan, Amar Makruf Nahi Munkar, dan Memberi Salam.
Sesuai dengan Kurikulum Merdeka Fase F, Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PABP) pada elemen Akidah menuntut peserta didik untuk mampu menganalisis makna Syu'abul al-Iman (cabang-cabang iman), khususnya pada ranah sosial. Setelah mempelajari sub unit ini peserta didik diharapkan mampu:
Dalam Islam, iman tidak hanya diucapkan melalui lisan dan diyakini di dalam hati, tetapi juga harus dibuktikan melalui amal perbuatan anggota badan (amalun bil arkan).
Berdasarkan sabda Rasulullah SAW, iman memiliki 70 lebih (atau 77) cabang (Syu'abul al-Iman). Cabang yang paling tinggi adalah ucapan La ilaha illallah, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Beberapa cabang iman sangat erat kaitannya dengan bagaimana kita berinteraksi secara sosial (habluminannas) demi membangun tatanan masyarakat yang damai.
Allah SWT mewajibkan setiap muslim untuk menaati Allah, Rasul-Nya, dan pemimpin (Ulil Amri) di antara mereka (QS. An-Nisa: 59). Ketaatan kepada pemerintah bertujuan untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kesejahteraan bersama.
Agama Islam menjunjung tinggi sikap kepedulian sosial. Allah berfirman dalam QS. Al-Maidah ayat 2: "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan."
Amar makruf (mengajak kepada kebaikan) dan nahi munkar (mencegah dari keburukan) adalah pondasi keselamatan sebuah umat. Tanpa amar makruf nahi munkar, kemaksiatan akan merajalela dan mendatangkan azab bagi seluruh masyarakat.
Rasulullah SAW membagi tingkatan mencegah kemungkaran menjadi tiga:
Saling mengucapkan salam adalah syiar Islam yang sangat ditekankan. Rasulullah SAW bersabda, "Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kutunjukkan sesuatu yang jika kalian kerjakan kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian." (HR. Muslim)
Cabang-cabang iman (Syu'abul al-Iman) pada ranah sosial mengajarkan kita bahwa Islam tidak hanya mengurusi hubungan spiritual manusia dengan Tuhannya, tetapi juga memelihara harmoni kehidupan bermasyarakat.
Dengan mempraktikkan keempat pilar ini, kita telah mewujudkan sosok muslim sejati yang paripurna.
Kuis ini terdiri dari 5 soal pilihan ganda, masing-masing dengan 5 opsi jawaban (A–E). Jawablah seluruh soal, lalu klik Selesai & Lihat Nilai untuk melihat skor beserta koreksi jawabanmu.
Tuliskan refleksimu setelah mempelajari sub unit ini. Dapat dicetak menjadi PDF sebagai bukti belajar mandiri.
Media pembelajaran interaktif ini dikembangkan untuk memudahkan peserta didik mengeksplorasi makna mendalam dari pendidikan agama secara modern. Sebagai seorang pendidik di tingkat SMA yang memiliki minat mendalam pada pengembangan aplikasi edukasi, beliau menyusun kurikulum visual ini agar lebih relevan dengan gaya belajar masa kini. Di luar aktivitas mengajar, beliau juga merupakan penulis novel Rihlah Jiwa di Ibu Kota serta aktif merancang solusi presentasi interaktif bagi ekosistem pendidikan.
| Nama Murid | : |
| Asal Sekolah | : |
| Tanggal | : |